Banyuwangi (13/4/26). Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMPN 3 Kalipuro pada Senin pagi. Di bawah keteduhan udara lereng Merapi Ungup-ungup, upacara bendera kali ini menjadi momentum refleksi mendalam mengenai hakikat kesuksesan yang melampaui sekadar kecerdasan akademik.
Dalam pesannya, ia mengangkat tema “Kesuksesan Tidak Hanya Pintar.” Menurutnya, banyak orang cerdas, namun tidak semuanya mampu meraih keberhasilan sejati karena kurangnya adab dan akhlak. “Pintar saja tidak cukup. Adab kepada orang tua, guru, dan teman adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan,” ujarnya.
Beliau menjelaskan, adab kepada orang tua menjadi pondasi utama dalam kehidupan. Doa orang tua, kata dia, memiliki kekuatan besar yang dapat membuka jalan kemudahan bagi anak.
Hal serupa juga berlaku pada guru, yang dengan tulus mendidik dan mendoakan keberhasilan siswa. “Ada doa-doa yang terselip di antara doa orang tua dan guru. Di situlah keberkahan hidup kita terbentuk,” tambahnya.
Tak hanya itu, siswa juga diingatkan untuk menjaga sikap terhadap teman. Perilaku saling menghargai, tidak menyakiti, serta menjaga perasaan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang harmonis. Beliau menekankan, setiap perbuatan memiliki konsekuensi, termasuk doa dari orang lain. “Jika kita tidak menyakiti orang lain, doa baik akan terus mengalir. Namun jika kita berbuat buruk, bisa jadi doa yang tidak baik pula yang kita terima,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh siswa juga diajak menguatkan komitmen melalui Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bentuk kesadaran bahwa karakter dan akhlak mulia harus berjalan seiring dengan prestasi.
Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan sikap dan perilaku yang berakhlak mulia.


0 Komentar